Komunitas penggerak relawan bagi pasien kanker dan penyakit berisiko tinggi pada anak.
Bersama kita bisa saling meringankan beban dan berbagi keceriaan.

Kegiatan Terkini

Rabu, 20 Februari, 2019

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Amanah yang ada dari donatur disampaikan oleh relawan yang dilakukan dalam beberapa kunjungan.

Rabu, 13 Februari kak Fitria melakukan #SupportVisit untuk mengunjungi bayi Alesha, pasien Hydrocepallus yang sedang menjalani rawat inap selama hampir satu bulan di RS. Tarakan, Jakarta.

Kak Fitria menemani sang Ibu untuk mengobrol dan memberikan semangat. Donasi sebesar Rp. 400.000,- untuk memenuhi kebutuhan pasien, semoga bisa sedikit membantu.

Minggu, 17 Februari Kak Dina bersama relawan lainnya mengunjungi Dinda, pasien dengan Thalassemia di kawasan Jakarta Selatan.

Relawan mengajak Dinda untuk bermain, berbagi cerita dan tentu memberikan semangat selalu untuk Dinda. Donasi Rp. 300.000,- pun kami sampaikan untuk Dinda.

Selasa, 19 Februari dalam #SupportVisit, kami menyampaikan amanah kepada:

1. Rp. 250.000,- untuk Vika Ripana, pasien Hydrocepallus dan Cerebral Palsy dari Banten
2. Rp. 250.000,- untuk M. Yoga, pasien Cerebral Palsy dari Jakarta
3. Satu buah Alat Nebulizer untuk Ibra, pasien Leukimia dari Riau
4. Satu buah Alat Nebulizer dan Oksigen untuk Herwandi, pasien Kanker Nasofaring dari Belitung
5. Underpads untuk Aini, pasien Spinal Muscular Atrophy (SMA) dari Jakarta

Terima kasih kepada donatur baik yang telah membantu adik-adik pasien. Terima kasih kepada relawan yang telah mengunjungi pasien dan menyampaikan setiap donasi yang ada. Sukses selalu!

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
---------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Senin, 18 Februari, 2019

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Jumat, 15 Februari 2019 kemarin, relawan Kak Rara menyampaikan donasi dari Hamba Allah senilai Rp. 4.000.000,- untuk Zahir yang digunakan untuk pemeriksaan BCR-ABL kuantitatif menggunakan sample darah untuk menunjang diagnosis CML (Chronic Myleoid Leukemia).

Zahir adalah seorang pejuang cilik yang dengan semangatnya ia terus menyebar inspirasi. Dalam perjuangan yang masih harus ia jalani saat ini, Zahir tetap ceria dan semangat untuk belajar dan menjadi dalang cilik.

Donasi lainnya yang ada kami sampaikan kepada:

1. Rp.1.000.000,- untuk David, pasien Leukemia dari Jakarta. Donasi dari Kak David dan juga Bu Silvy
2. Rp. 650.000,- untuk Elia, pasien AVM dari Pandeglang. Donasi dari Bu Ina
3. Rp. 250.000,- untuk Hasna, pasien AVM dari Jakarta. Donasi dari Bu Silvy

Terima kasih untuk para donatur yang baik telah memenuhi kebutuhan pejuang-pejuang cilik di Komunitas Taufan. Salam semangat, sukses selalu!

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
---------------------------------------------------------------

Sahabat Taufan,

Last Friday, 15th February 2019, volunteer Kak Rara went to visit Zahir to deliver donation from anonymous donor with the amount of Rp. 4.000.000,-. The fund is needed by Zahir to do a quantitative test of BCR-ABL as a regular check up for patient diagnosed with CML (Chronic Myleoid Leukimia).

Zahir is a very brave little fighter who inspired others with his story. With his huge passion in Wayang, he inspires other kids to love Indonesian heritage.

We also delivered donation for patients below:

1. Rp.1.000.000,- for David, Leukemia patient from Jakarta. Donation from Kak David and Bu Silvy
2. Rp. 650.000,- for Elia, AVM patient from Pandeglang. Donation from Bu Ina
3. Rp. 250.000,- for Hasna, AVM patient from Jakarta. Donation from Bu Silvy

Thank you to all kind donors who support patients. God blesses you!

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org/en
---------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Kamis, 14 Februari, 2019

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Hari Minggu, 10 Februari 2019, relawan Komunitas Taufan melakukan #SupportVisit untuk menyalurkan amanah donasi dari Mba Resida berupa:

Kursi Roda 3in1, untuk:
1. Adinda, pasien Leukemia dari Jakarta
2. Riko, pasien Osteosarcoma dari Bekasi

Kursi Roda Travelling, untuk:
1. Wafi, pasien LCH dari Bengkulu
2. Liana, pasien TB dari Tangerang
3. Qais, pasien Pneumonia dari Kerawang
4. Petra, pasien Cerebral Palsy dari Jakarta

Donasi berupa santunan diberikan kepada:
1. Rp. 400.000,- untuk Mawar, pasien Down Syndrom dan Cerebral Palsy. Digunakan untuk pembelian alat Insole
2. Rp. 400.000,- untuk Allodea, pasien Atresia Billier dari Lampung
3. Rp. 300.000,- untuk Alpad, pasien Leukemia dari Kerawang
4. Rp. 300.000,- untuk Revalin, pasien Leukemia dari Jakarta
5. Rp. 300.000,- untuk Falih, pasien Atresia Ani dari Jakarta
6. Alat Saturasi dan Santunan untuk Rizma, pasien Cerebral Palsy dari Jakarta

Donasi dari donatur lain berupa kursi roda 3 in 1 kami sampaikan kepada Herwandi, pasien Kanker Nasofaring dari Bangka Belitung.

Terima kasih Mba Resida dan donatur lainnya yang telah memenuhi kebutuhan alat kesehatan dan memberikan santunan kepada pasien dampingan Komunitas Taufan. Sukses selalu!

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
---------------------------------------------------------------

Sahabat Taufan,

Last Sunday, 10th February 2019, volunteers of Komunitas Taufan went on a #SupportVisit to deliver donation from Mba Resida as below:

3in1 wheelchairs for:
1. Adinda, Leukemia patient from Jakarta
2. Riko, Osteosarcoma patient from Bekasi

Travelling wheelchairs for:
1. Wafi, LCH patient from Bengkulu
2. Liana, TB patient from Tangerang
3. Qais, Pneumonia patient from Kerawang
4. Petra, Cerebral Palsy patient from Jakarta

We also deliver donation for patients below:

1. Rp. 400.000,- for Mawar, Down Syndrom and Cerebral Palsy patient to buy Insole
2. Rp. 400.000,- for Allodea, Atresia Billier patient from Lampung
3. Rp. 300.000,- for Alpad, Leukemia patient from Kerawang
4. Rp. 300.000,- for Revalin, Leukemia patient from Jakarta
5. Rp. 300.000,- for Falih, Atresia Ani patient from Jakarta
6. Saturation tool and donation for Rizma, Cerebral Palsy patient from Jakarta

Donation from donors with the form of 3 in 1 wheelchair for Herwandi, Nasofaring cancer patient from Bangka Belitung.

Thank you to donor Mba Resida and other donors who help to support patients’ needs. Success for you always.

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org/en
---------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

 

Beri komentar di Facebook (comment on Facebook)

Yth admin, mohon informasinya. Anak saya Kalyca usia 9th, tinggal di Semarang, menderita diabetes insipidus sudah 5th yll + 6 bln yll filakukan biopsi hati (fibrosis hati). Sampai saat ini anak saya selalu menggunakan Desmopresin spray (minirin) utk diabetes insipidusnya. Selama ini kami beli obat di Jakarta. Mohon informasinya, apakah obat tsb bisa didapatkan di Semarang...? Salam

Load more

Kisah Kami

“Selain secara pribadi memberikan dukungan moral, Komunitas Taufan juga membantu keluarga pasien memenuhi berbagai pengeluaran tambahan yang diperlukan ketika merawat anak di rumah sakit, seperti ongkos transportasi, susu, popok dan lainnya. Itu yang tidak dijamin oleh BPJS, dan dari pengalaman pribadi saya, kebutuhan seperti itu harus dipenuhi dan seringkali paling dibutuhkan.”

Sumber: Komunitas Taufan: A Pillar of Support to Sick Children (Jakarta Globe, Januari 2014)

“Istilahnya, pasien butuh hiburan, orang tua pasien butuh pundak untuk bersandar… Kalau anaknya sudah bertahun-tahun (menjalani pengobatan kanker di RSCM), kami memanggilnya profesor. Kalau baru beberapa bulan, kami memanggilnya pak atau bu lurah… Kami kadang bercanda dan tertawa di siang hari. Tapi, di malam hari, yang terdengar adalah suara isak tangis (para orang tua).”

Sumber: Tak Ingin Nasib Anak-Anak Itu seperti Buah Hatinya (Jawa Pos, Oktober 2014)

“Pasien baru biasanya dapat support banyak dari keluarga dan teman-teman pada awal-awal. Namun satu-dua bulan kemudian, dukungan mulai mengendur. Itu juga yang saya alami… Orang tua yang harus kuat agar anak yang sakit juga bisa kuat.”

Sumber: Solidaritas untuk Meringankan Beban (Kompas, Maret 2015)

Kata Mereka