Komunitas penggerak relawan bagi pasien kanker dan penyakit berisiko tinggi pada anak.
Bersama kita bisa saling meringankan beban dan berbagi keceriaan.

Kegiatan Terkini

Minggu, 17 Maret, 2019

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Donasi dari Kak Resida disalurkan @Rp.300.000,- pada kegiatan #HomeVisit di tanggal 12 Maret oleh relawan Bu Inge di bilangan Bekasi Utara mengunjungi Noval sang juara kelas yang terdiagnosa Hemangioma sejak lahir dan Karina yang mengalami Striktur uretra/penyempitan saluran kencing, terdeteksi saat ginjalnya bengkak dan saat ini dilakukan tindakan operasi setiap tiga bulan untuk pelebaran saluran kencing.

Selanjutnya pada 14 Maret kegiatan #SupportVisit menyalurkan donasi kepada :
1. Rp. 700.000 untuk Riko, Osteosarcoma digunakan untuk biaya sewa mobil dari rumah sakit ke rumahnya di bilangan Kabupaten Bekasi.
2. Sebuah tabung Oksigen untuk Deri, Osteosarcoma dari Jakarta Utara
3. Sebuah Nebulizer untuk Artanabil terdiagnosa Pneumonia dan kelainan pada kantung mata dari Jakarta.
4. Sebuah Stroller untuk Revalin, terdiagnosa Leukemia dari Jakarta.
5. Sebuah Stroller untuk Malik terdiagnosa Epilepsi dan gangguan pendengaran dari Jakarta.

Terima kasih untuk relawan dan donatur yang telah hadir membantu memenuhi kebutuhan dasar pasien. Sukses selalu!

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
---------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Minggu, 17 Maret, 2019

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Pada Rabu, 6 Maret relawan melakukan #SupportVisit untuk menyampaikan amanah donasi dari Mba Ina sebesar Rp. 1.300.000,- untuk Riko, pasien Osteosarcoma dari Pebayuran, Bekasi.

Di tempat lain, Kak Niken, kak Laras, dan kak Adinda #HomeVisit ke rumah Ilham, salah satu pasien yang tengah berjuang dengan Sirosis Hati. Kak Niken Dkk merayakan ulang tahun mereka dengan menggalang donasi untuk Ilham, hasil donasi yang terkumpul sebesar Rp. 2.100.000,- pun disampaikan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari Ilham.

Selanjutnya, tanggal 7 Maret relawan menyampaikan amanah dari donatur Ibu Marcus, kepada:

1. Rp. 1.000.000,- untuk Shanum, pasien pasca operasi kelainan jantung
2. Rp. 300.000,- untuk Rizal, pasien Leukimia dari Cikarang
3. Rp. 200.000,- untuk Alif, pasien Leukimia dari Jakarta
4. Rp. 200.000,- untuk Denis, pasien Leukimia dari Jakarta
5. Rp. 200.000,- untuk Naila, pasien Leukimia dari Tangerang
6. Rp. 200.000,- untuk Adelia, pasien Leukimia dari Tangerang

Hari itu juga membagikan hadiah berupa stroller dan bingkisan dari adik Adeevaa untuk para pasien

Terima kasih kepada para donatur yang baik yang telah membantu meringankan beban para pasien kanker dan penyakit beresiko tinggi lainnya. Sukses selalu!

---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
---------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Minggu, 17 Maret, 2019

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Mengawali bulan Maret, di tanggal 3 Maret untuk yang keempat kalinya Komunitas Taufan mengadakan Briefing Akbar relawan tahun 2019 yang dilaksanakan di Prajawangsa City Apartment.

Relawan baru yang hadir berasal dari berbagai kota di Jabodetabek. Sebelumnya mereka mendaftar melalui indorelawan.org dan mengikuti proses seleksi interview yang ada.

Acara yang ada diisi oleh berbagai kegiatan, dimulai dengan menyanyikan lagu Tanah Air bersama dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prajawangsa City dan juga Founder Komunitas Taufan, ibu Yeni Dewi Mulyaningsih.

Salah satu yang paling menarik adalah kami kedatangan salah satu Dokter Spesialis Anak, yaitu Dr. Dimas Dwi Saputro. Beliau menyampaikan begitu banyak materi tentang pengenalan kanker pada anak, bagaimana menangani dan juga menghadapi kanker pada anak. Tak lupa juga dibahas tentang bagaimana mendampingi pasien kanker pada fase berbeda yang dilalui. Sesi tanya jawab yang ada pun berjalan menyenangkan.

Ada juga kak Rila yang dengan senang hati berbagi tentang berbagai macam metode Ice Breaking yang bisa digunakan untuk kemudian hari. Para relawan baru juga dibagi kelompok untuk saling mengenal satu sama lain dan bekerja sama dalam menyelesaikan games kelompok yang ada.

Briefing Akbar yang berjalan sejak pagi hingga menjelang sore pun berjalan lancar. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Dr. Dimas Dwi Saputro yang telah begitu baik untuk datang dan memberikan bekal ilmu kepada kami semua. Terima kasih kepada Prajawangsa City yang telah memberikan tempat yang begitu nyaman sehingga acara yang ada dapat terlaksana dengan baik.

Dan, selamat datang untuk semua relawan Batch 2019. Bersama, kita bisa saling meringankan beban dan berbagi keceriaan. Semoga kita semua akan bisa menebar kebaikan lebih luas, menghibur lebih banyak pasien dampingan, dan memberikan semangat yang lebih kuat kepada para pejuang kanker dan penyakit beresiko tinggi lainnya!
---------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
---------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Load more

Kisah Kami

“Selain secara pribadi memberikan dukungan moral, Komunitas Taufan juga membantu keluarga pasien memenuhi berbagai pengeluaran tambahan yang diperlukan ketika merawat anak di rumah sakit, seperti ongkos transportasi, susu, popok dan lainnya. Itu yang tidak dijamin oleh BPJS, dan dari pengalaman pribadi saya, kebutuhan seperti itu harus dipenuhi dan seringkali paling dibutuhkan.”

Sumber: Komunitas Taufan: A Pillar of Support to Sick Children (Jakarta Globe, Januari 2014)

“Istilahnya, pasien butuh hiburan, orang tua pasien butuh pundak untuk bersandar… Kalau anaknya sudah bertahun-tahun (menjalani pengobatan kanker di RSCM), kami memanggilnya profesor. Kalau baru beberapa bulan, kami memanggilnya pak atau bu lurah… Kami kadang bercanda dan tertawa di siang hari. Tapi, di malam hari, yang terdengar adalah suara isak tangis (para orang tua).”

Sumber: Tak Ingin Nasib Anak-Anak Itu seperti Buah Hatinya (Jawa Pos, Oktober 2014)

“Pasien baru biasanya dapat support banyak dari keluarga dan teman-teman pada awal-awal. Namun satu-dua bulan kemudian, dukungan mulai mengendur. Itu juga yang saya alami… Orang tua yang harus kuat agar anak yang sakit juga bisa kuat.”

Sumber: Solidaritas untuk Meringankan Beban (Kompas, Maret 2015)

Kata Mereka